Spirit Ku Spirit Mu Untuk Suatu Harapan
(Gw masih sangat ingat...) Saat itu gw masih berusia 18 tahun dan saat itu pula gw mulai menginjakan kaki gw di tanah yang sering di sebut oleh orang-orang kota metropolitan dan sesuai dengan perkembangannya kota itu sekarang menjadi megapolitan. Wuih. (apakah bener..??) Satu hal yg dulu sempat tak pernah ada di benak dan terfikir oleh gw kalo gw ternyata bakalan bisa menuntut ilmu di sana Jakarta itulah nama kotanya yang berstatus sebagai Ibukota. negara Indonesia Sedangkan gw sendiri hanyalah anak daerah atau kata lainnya hanyalah anak kampung yang tak pernah sama sekali menginjakan kaki di kota besar ini.Lihat Jakarta di saat malam begitu Indah dan mewahnya kota ini, mau apapun pasti ada. Makan-makanan yang enak bagi yang suka makan, baju-baju dari yang emperan sampai berkelas internasional alias Branded juga ada disini, ini pas banget bagi yang suka belanja alias si Shoppingholic dapat beraksi kapan pun juga, mo hiburan apapun juga pastinya ada, apa lagi yang suka dugem wew banyak tempatnya. Mo refreshing kebun binatang kek, kebon bunga kek, pantai kek semua ada, yang jelas yang di fikirkan adalah ongkosnya ada apa engga... hehehehehehe....
Nah selain itu maskotnya kota ini adalah: MONAS wah ..wah.. ayo siapa yang tertarik dengan emas di puncaknya silah -silahkan untuk di nikmati aja ya...
Gagahnya monas ini berdiri kokoh di tengah-tengah kota jakarta...Naaah welcome to Jakarta......Loh..??? jadi visit Jakarta dooong.....hehehehehe......Ups di balik cerita kota ini lihat di saat siang hari engga kalah serunya saat macet. Mo keringetan mo debuan it's okay lanjutkan perjalanan yang akhirnya pun bisa-bisa jalan kaki karena saking macetnya. ya...... itung-itung olahraga ia kaga si...???
Naaaaaaaaah.....satu lagi klo banjeeer ya..begini ini........
Gw heran se sebenarnya ini kan pusat kota dan jantungnya ibukota kok sampai seh jadi kubangan air kayak gene..?? (bingung memang) padahal kan semua SDM yang berkualitas dibidang kayak gini ada di ibukota yah..?? mungkin dengan seperti ini jakarta akan lebih terkenal dimata Internasional (mungkin salah satu strategi kali).
Sekarang mari kita liat pinggirannya Jakarta si Kota besar ini, yups...sama ajah dengan perkotaan di daerah lainnya masih banyak tempat masyarakat yang bermukim di perkumuhan seperti ini. Walaupun berdesak-desakan tinggal ditempat seperti itu tetapi mereka senang-senang ajah. sepertinya....yang penting tinggalnya di Jakarta, mo punya keterampilan ataupun engga yang penting tinggal di Jakarta, yang akhirnya banyak dari mereka hanya bekerja sebagai pengemis di jalanan. Bahkan anak-anak kecilpun di perjual belikan atau di sewakan hanya untuk di jadikan pengemis.(kasihan ya.......anak-anak bangsa yang terlupakan).
Sebagian orang khususnya anak daerah mungkin ada suatu ke banggaan klo bisa menginjakan kaki dikota ini. Tapi rasa bangga itu tertutupi dengan adanya rasa bangga yang lebih besar, yaitu mampu mandiri selama 8 tahun di sana. Hanya satu tujuan gw pengen 'gw selesein kuliah gw ampe target yang gw dah tentukan' dan gw bersyukur gw ternyata bisa. Walau sempat pesimistis kalo gw mungkin engga mampu tuk selesaikan pendidikan gw sambil kerja tapi sambil kuliah juga.
Tapi itulah semua yang engga mungkin pasti menjadi mungkin. Yang penting niat dan kemampuan kita tuk terus mau berfikir dan belajar kalo gw harus bisa maju (spirit memang harus ada dalam diri sendiri dulu). Baru kita mencari semangat yang ada di luar sana.
(22 maret 04, lanjut, jam 14.48 di ruang tamu kosan tempat biasa gw nongkrong sambil denger lagunya matahati band "cinta beda" . .). Dan akhirnya gw menemukan tempat dimana gw harus melanjutkan study gw. di salah satu perguruan tinggi negeri politeknik kesehatan di Jakarta. Sesuai berjalannya waktu dan gw engga pernah niat tuk menemukan seseorang yang mungkin akan selalu perhatian ke gw, ngelindungi gw, menyayangi dan bertanggung jawab ngejagain gw selama gw kuliah dan kerja di Jakarta.
Awalnya Gw pun engga pernah terfikir kenapa gw suka dia (ya...normalnya seorang perempuan untuk menyukai lawan jenisnya) hal itu berawal saat gw di kampus dulu persiapan mengikuti PORSENI dan si dia sebagai pelatih kita untuk lomba acapella. Oh ia Dia juga adalah mahasiswa yang sama dengan gw saat gw kuliah, ya.. gw engga sengaja liat dia sedang mainkan gitarnya di bawah cahaya yang sesekali mengenai wajahnya dan gw engga sengaja liat tepat cahaya itu melintas dimukanya (hatiku berbicara: "sepertinya ne anak bisa jadi lebih baik deh dan cute juga" hahahahaha ) karena awalnya doski suka sekali dengan yang namanya bolos kuliah hanya karena bela-belain ngeband bersama teman-temannya.
Baiklah sosok itu bernama Higo sosok yg kurus, kadang cuek, kg mach klo ge pake baju (it's real) tapi doski punya kelebihan selain pinter memainkan gitar, daya ingat Higo kalo soal pelajaran lebih cepet dan mudah mengingat malah di bandingin gw. Hanya mungkin Higo butuh seseorang yang ngedukung dia dan perhatian terhadap dirinya. (continue . .again; next time).
Baiklah sosok itu bernama Higo sosok yg kurus, kadang cuek, kg mach klo ge pake baju (it's real) tapi doski punya kelebihan selain pinter memainkan gitar, daya ingat Higo kalo soal pelajaran lebih cepet dan mudah mengingat malah di bandingin gw. Hanya mungkin Higo butuh seseorang yang ngedukung dia dan perhatian terhadap dirinya. (continue . .again; next time).
(Jeda waktu yang lama untuk lanjutkan cerita ini. 01 september 2009 15.00 WIB. Ruang sepi dan memang lagi sendirian. hehehehehehehehe.......)
Berlanjut dengan si Higo, akhirnya gw jalan bareng dengan Higo. Higo sosok yang sangat sederhana di bandingkan dengan teman teman yang lain dan jauh dari sosok tinggi hati dan ternyata si dia juga lucu dan tenang...hehehehe ini lah yang membuat gw semakin tertarik dengan si Higo. Hari demi hari gw lalui bersama dengannya di saat kuliah semester terakhir tak ada yang menyangka bahwa gw dan Higo akan bersatu yang katanya di kenal dua sosok yang diam engga banyak bicara taunya bisa bersatu menjadi pasangan kekasih. wah.......hihihhhihihi....(bercerita seolah olah dengan lebaynya...)
Gw masih ingat saat itu Higo mulai dengan keseriusannya menyelesaikan kuliahnya dibandingkan harus meneruskan rekaman bandnya yang terus tertunda. Tibalah waktunya untuk dia harus serius menyusun tugas akhir kuliah...Saat detik-detik terakhir Tugas Akhir kuliah harus di selesaikan dengan ulitimatum dari para dosen tercinta di hari terakhir harus dikumpulkannya tugas akhir " Dalam 1 jam setelah jam 12.00 WIB siang tidak diserahkan dan dikumpulkan maka akan di diskualifikasi (kayak ikut lomba ajah), alhasil tahun depan baru boleh dilanjutkan". Disini, gw liat Higo hampir frustasi karena hanya dia dan dua temen lainnya yang belum mengumpulkan tugas akhir. Gw hanya bisa support Higo "Higo ayo pasti masih keburu pasti di maafkan telat sedikit tapi setidaknya kamu sudah berusaha" Higopun bicara "sudahlah kali aja memang sudah jalannya" tapi gw tak memperdulikan ungkapan dia tersebut Gw terus bujuk Higo, Higopun terus berusaha menyelesaikan tugasnya. Tepat 1 jam di akhir jam penentuan dikumpulkannya TA dan akhirnya Higo serta dua temen lainnya di berikan kesempatan untuk mengikuti sidang akhir DIIInya. Waaaaah....gw seneng banget akhirnya Higo bisa maju untuk sidang. Sayang saat itu gw harus mengikuti sidang gelombang yang pertama dan Higo mendapatkan gelombang ketiga. Saat Higo sidang, bertepatan dengan liburan karena gw gelombang pertama dan telah mengikuti sidang, gw di perbolehkan untuk pulang ke daerah sambil menunggu pengumuman kelulusan, Higo berjuang sendiri sedangkan Gw hanya bisa mensupport dia dari jauh. Saatnya tiba untuk Higo maju kesidang TA yang dia persiapkan sendiri. Tapi dari jauh Gw yakin Higo bisa untuk maju dan sukses mengantarkan TA-nya kedepan Tim penguji. Hubungan gw dan Higo berlanjut dengan alat komunikasi telpon. Dan tibalah saatnya untuk pengumuman kelulusan singkat cerita Gw dan Higo ternyata bisa wisuda bersama.....horeeeeeeeee............gw lulus Higopun juga lulus. "Benarkan Higo segala apapun yang kita usahakan pasti membuahkan hasil" dan Higopun tersenyum bangga, bangga akan dirinya ternyata dia mampu melewati itu semua.
(Kembali ku bercerita. 5 November 2010. Masih dengan ruangan yang sepi dan sendiri.)
Gw belum memperkenalkan siapa gw khan, Gw Kanya Ayunda Putri biasa dipanggil Kanya, perempuan yang sangat supportif, pendiam katanya temen-temen dulu, feminim, sedikit fashionable (sedikit loh ya..) setidaknya sangat memperhatikan kalo soal berpakaian, menyukai kebersihan, segala urusan maunya sempurna: ya tata ruang kamar kos, tata letak buku buku, menulispun, menyusun laporan, tugas dan lain sebagainya pengennya perpect. (tetap sadar kalo yang lebih perpect hanyalah Allah SWT). Gw satu kampus dengan Higo Pratama.
Gw sempat sedih semua teman-teman gw yang satu daerah dengan gw, kembali kekampung halaman dan satu persatu meninggalkan kota Jakarta karena sudah berakhirnya study DIII kita kita, Gw sendiri yang bertahan di Jakarta, untungnya masih ada sahabat yang lain yang bertahan satu kosan dengan gw namanya Miena Arya Nindia biasanya gw panggil dia Mien Mien dan Mien Mien lah yang paling lama di kosan itu, sedangkan yang lainnya terus silih berganti, Mien anaknya gampang sakit, tapi dia terus berusaha melawan sakitnya itu dan dia sangat phobia dengan ketinggian, misalnya waktu menyeberang jembatan layang atau jembatan penyeberangan yang tinggi pasti dia ketakutan dan berpegangan sangat erat di lengan gw. Tapi Mien juga berusaha melawan phobianya dan gw sangat senang mengajaknya untuk melewati jembatan yang tinggi tinggi. hehehehehehe.. maaf ya..mieen. Sengaja di lakukan agar Mien dapat menghilangkan rasa takutnya. Mien saat itu baru terdaftar sebagai salah satu mahasiswi swasta terkemuka di Jakarta.
Nahhh.. Seperti anak kos lainnya yang bertahan di Jakarta setelah selesai kuliah DIII gw mencari pekerjaan, bertahannya gw di Jakarta bukan tanpa alasan. Gw ingin melanjutkan pendidikan gw sampai dengan jenjang S1. Tapi yang jelas gw pengen coba untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu bersama teman ku yang satu kuliah dulu. Ya... memang tak segampang cerita orang untuk mencari pekerjaan apalagi kota besar dan berharap ada pekerjaan yang setiap hari sabtu dan minggu yang libur ya...jam kantor lah. Supaya Gw bisa melanjutkan kembali study gw sekaligus bisa sambil bekerja, alhasil setelah keluar masuk klinik, institusi, perusahaan mungkin mencapai 10 surat lamaran, selama 1 minggu berjalan-jalan dari Jakarta Selatan ke Jakarta Utara terus Ke Jakarta Selatan lagi sampai Jakarta Pusat lagi yah... di Wilayah itulah selama seminggu setelah kelulusan Gw mencari pekerjaan. Seru....waktu itu masih hot hotnya lagu-lagu yang bertemakan pengangguran dan pencari kerja terus di kumandangkan oleh para pengamen. Itulah lagu-lagu yang menemani di setiap langkah ini mencari pekerjaan. Ternyata engga sia-sia ada sebuah klinik yang mau menerima gw sebagai pegawainya. Gw seneeeeeng banget karena klinik itu sabtu minggu nya libur karena berada di wilayah gedung perkantoran yang terletak di salah satu jantung Ekonomi kota Jakarta dengan pasien yang dari beberapa negara: ada orang jepang. korea, hongkong bahkan amerika. Pasien dari jepang yang sangat mendominasi syukurnya mereka memiliki cukup tinggi rasa nasionalisme karena berada di negara Indonesia tercinta ini, engga sulit berkomunikasi dengan mereka karena mereka berusaha untuk menggunakan bahasa Indonesia. Nah...yang sedikit ribet klo pasien yang berasal dari Amerika, yaaa..ini di karenakan bahasa Inggris gw sangat amburadul. Hehehehe..tapiiii PD aja tuuuh...klo udah mabok dengan bahasa Inggris yang mereka gunakan ya gw serahkan aja ke dokternya. (Nyari aman bo..).
Setelah beberapa hari kemudian panggilan kerja kembali datang untuk Gw, Gw Interview tapi sayang sabtu minggu tidak lah libur padahal lokasi sangat dekat dengan kosan Gw. Akhirnya selama 5 tahun Gw bekerja di klinik pilihan utama., tetap dengan semangatnya mendaftarkan diri di Universitas Negeri yang terkemuka di Indonesia malahan, tapi sayang keberuntungan ku tak berpihak di sana. Ya udah sedikitpun gw tak berkecil hati dengan tidak lulusnya Gw di Universitas tersebut, hanya saja sedikit kecewa. hehehehehe.....tapi tak memupuskan semangat Gw untuk terus lanjut mencari universitas swasta yang lain di Jakarta, karena saat itu di daerah Gw saat itu belum ada Universitas yang menampung program lanjutan dari DIII khusus kesehatan ke S1. Sebenernya Gw menemukan Universitas cukup berkualitas tetapi engga bisa langsung meneruskan di sebabkan orang tua yang memiliki tiga orang anak dengan jeda kelahiran dan masuk sekolah berbarengan, adik gw yang nomor dua juga mau kuliah dan yang nomor tiga mau mendaftar di SMA Negeri. Berarti Gw harus melanjutkan tahun depan kan kasian ortu Gw musti tiga tigaan sekaligus yang dibiayain, dengan semangat 45 di tahun berikutnya tanpa babibu lagi Gw langsung daftar di Universitas tersebut.
Dengan langkah yang mantap di tahun 2004 gw melanjutkan kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta dan mengambil program ekstensi dimana kuliahnya hanya sabtu dan minggu, sedangkan Higo berjuang mendapatkan pekerjaan dan berbarengan dengan Gw, diapun akhirnya bekerja di salah satu kantor pemerintahan milik salah satu Mabes, ya...walaupun awalnya sebagai staf honor tetapi Gw berusaha untuk terus memberikan semangat kepadanya. Yang saat itu memang lagi berjuang untuk bertahan karena hanya mengharap masa depan yang lebih baik nantinya. Amiiiin........Higo sangat tidak betah di kantor tesebut dengan gaji yang sangat minim dan fikirannya yang belum menemukan jati diri hanya karena berjuang juga sebagai anak band, awalnya Higo sangat optimis dengan bentukkan bandnya tersebut bersama teman-temannya di Bandung. Ngamen dari Mall yang satu ke Mall yang lain pun sudah dilakukan, Rekaman pun sudah dilakukan bahkan terkumpul sudah 5-6 lagu dari band dia. Tapi itu tadi tak segampang itu masuk dalam industri musik Indonesia. Mungkin selain ikut lomba pastinya sapa yang mampu dan memiliki dana yang banyak baru bisa masuk dunia itu. Gw sangat mengkhawatirkan Higo saat saat itu, karena Higo kembali sering bolos serta engga masuk kerja. Sedangkan Gw engga bisa bertindak banyak saat itu hanya saja kita berusaha berkomunikasi dan melihat kenyataan yang ada bahwa dunia tersebut cukup sulit untuk di gapai dengan kondisi yang ada. Akhirnya Higo mulai memahami keadaan dan mulai serius kembali dengan pekerjaan yang ada.
Gw dan Higo saling support Gw pun dengan senang dan semangatnya untuk melanjutkan kuliah. Disana gw menemukan seorang sahabat kembali namanya: Neni Andani, Yah dari awal kuliah gw dekat dengannya di semester pertama dan kedua gw slalu bersamanya karena masih satu paket mata kuliah yang di ambil setelah di semeter ke tiga tanpa kabar dia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ya... tanpa alasan yang jelas dan gw cukup kecewa dengannya. Sangat di sayangkan kuliah sudah semester 3 hampir selesai dia malah mengundurkan diri sebagai mahasiswa di sana. Hanya karena alasan hubungannya dengan seorang cowo. Untuk masalah tersebut neni memang engga begitu terbuka. Tapi neni tetaplah temen baik buat Gw. Akhirnya Gw dengan teman-teman yang lain sangat begitu dekat mungkin kita jadi sering sama-sama dan gw salut dengan mereka bahwa mereka juga sangat -sangat semangat menyelesaikan kuliahnya. Padahal saat itu masih jarang mereka yang muda-muda mau bekerja serta sambil kuliah juga. Tapi Gw juga bangga bisa mengenal mereka. Semoga kita semua menjadi orang yang sukses ya..teman-teman...Amiiin. Memang tak segampang itu meluluskan diri dari universitas tersebut, kembali tantangan harus gw hadapin saat gw semester akhir dimana gw sangat semangat mengikuti Magang dan penyusunan proposal skripsi, saat gw magang di salah satu institusi milik pemerinta, tiba-tiba gw mendapatkan kabar bahwa orang tua gw sakit stroke da berada di rumah sakit umum daerah. Bagaikan petir di siang bolong dan sangat sangat mengagetkan bahwa Papah sakit dan sebelumnya tidak pernah terdengar sakit. Saat itu kondisi dilema yang sangat luar biasa pulang ataukah menyelesaikan magang serta ujian magang yang menanti. Gw akhirnya curhat dengan mamah bahwa gw mungkin engga pulang karena klo gw pulang maka semakin menyulitkan Mamah dalam hal finance. Gw hanya berharap pembiayaan di fokuskan untuk Papah terlebih dahulu. Dengan terus semangat menyelesaikan kuliah dan mamah pun terus mensupport gw agar terus semangat menyelesaikan kuliah. Gw pun semakin semangat saat Papah mulai membaik kondisi kesehatannnya. Hanya satu kalimat yang terucap di bibir ini Thanks GOD telah menyembuhkan Papah ku dan memberikan kesempatan ku lulus sesuai dengan target yang telah kutentukan.
Agustus Tahun 2007 Akhirnya kita bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan IPK ysangat memuaskan ya tentunya tidak mengecewakan. Dan Higopun mulai terlihat titik terang sebagai seorang abdi negara dan menjadi anak yang mampu membanggakan orang tuanya dan Gw pun juga bisa membanggakan orangtua karena mampu mandiri dan melewati semua masa sulit di kota besar ini.
So...lihatlah kedepan untuk meraih mimpi dan cita-cita lo.....
tengoklah kebelakang hanya sebagai pembelajaran hidup....
Setelah beberapa hari kemudian panggilan kerja kembali datang untuk Gw, Gw Interview tapi sayang sabtu minggu tidak lah libur padahal lokasi sangat dekat dengan kosan Gw. Akhirnya selama 5 tahun Gw bekerja di klinik pilihan utama., tetap dengan semangatnya mendaftarkan diri di Universitas Negeri yang terkemuka di Indonesia malahan, tapi sayang keberuntungan ku tak berpihak di sana. Ya udah sedikitpun gw tak berkecil hati dengan tidak lulusnya Gw di Universitas tersebut, hanya saja sedikit kecewa. hehehehehe.....tapi tak memupuskan semangat Gw untuk terus lanjut mencari universitas swasta yang lain di Jakarta, karena saat itu di daerah Gw saat itu belum ada Universitas yang menampung program lanjutan dari DIII khusus kesehatan ke S1. Sebenernya Gw menemukan Universitas cukup berkualitas tetapi engga bisa langsung meneruskan di sebabkan orang tua yang memiliki tiga orang anak dengan jeda kelahiran dan masuk sekolah berbarengan, adik gw yang nomor dua juga mau kuliah dan yang nomor tiga mau mendaftar di SMA Negeri. Berarti Gw harus melanjutkan tahun depan kan kasian ortu Gw musti tiga tigaan sekaligus yang dibiayain, dengan semangat 45 di tahun berikutnya tanpa babibu lagi Gw langsung daftar di Universitas tersebut.
Dengan langkah yang mantap di tahun 2004 gw melanjutkan kuliah di salah satu universitas swasta di Jakarta dan mengambil program ekstensi dimana kuliahnya hanya sabtu dan minggu, sedangkan Higo berjuang mendapatkan pekerjaan dan berbarengan dengan Gw, diapun akhirnya bekerja di salah satu kantor pemerintahan milik salah satu Mabes, ya...walaupun awalnya sebagai staf honor tetapi Gw berusaha untuk terus memberikan semangat kepadanya. Yang saat itu memang lagi berjuang untuk bertahan karena hanya mengharap masa depan yang lebih baik nantinya. Amiiiin........Higo sangat tidak betah di kantor tesebut dengan gaji yang sangat minim dan fikirannya yang belum menemukan jati diri hanya karena berjuang juga sebagai anak band, awalnya Higo sangat optimis dengan bentukkan bandnya tersebut bersama teman-temannya di Bandung. Ngamen dari Mall yang satu ke Mall yang lain pun sudah dilakukan, Rekaman pun sudah dilakukan bahkan terkumpul sudah 5-6 lagu dari band dia. Tapi itu tadi tak segampang itu masuk dalam industri musik Indonesia. Mungkin selain ikut lomba pastinya sapa yang mampu dan memiliki dana yang banyak baru bisa masuk dunia itu. Gw sangat mengkhawatirkan Higo saat saat itu, karena Higo kembali sering bolos serta engga masuk kerja. Sedangkan Gw engga bisa bertindak banyak saat itu hanya saja kita berusaha berkomunikasi dan melihat kenyataan yang ada bahwa dunia tersebut cukup sulit untuk di gapai dengan kondisi yang ada. Akhirnya Higo mulai memahami keadaan dan mulai serius kembali dengan pekerjaan yang ada.
Gw dan Higo saling support Gw pun dengan senang dan semangatnya untuk melanjutkan kuliah. Disana gw menemukan seorang sahabat kembali namanya: Neni Andani, Yah dari awal kuliah gw dekat dengannya di semester pertama dan kedua gw slalu bersamanya karena masih satu paket mata kuliah yang di ambil setelah di semeter ke tiga tanpa kabar dia memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, ya... tanpa alasan yang jelas dan gw cukup kecewa dengannya. Sangat di sayangkan kuliah sudah semester 3 hampir selesai dia malah mengundurkan diri sebagai mahasiswa di sana. Hanya karena alasan hubungannya dengan seorang cowo. Untuk masalah tersebut neni memang engga begitu terbuka. Tapi neni tetaplah temen baik buat Gw. Akhirnya Gw dengan teman-teman yang lain sangat begitu dekat mungkin kita jadi sering sama-sama dan gw salut dengan mereka bahwa mereka juga sangat -sangat semangat menyelesaikan kuliahnya. Padahal saat itu masih jarang mereka yang muda-muda mau bekerja serta sambil kuliah juga. Tapi Gw juga bangga bisa mengenal mereka. Semoga kita semua menjadi orang yang sukses ya..teman-teman...Amiiin. Memang tak segampang itu meluluskan diri dari universitas tersebut, kembali tantangan harus gw hadapin saat gw semester akhir dimana gw sangat semangat mengikuti Magang dan penyusunan proposal skripsi, saat gw magang di salah satu institusi milik pemerinta, tiba-tiba gw mendapatkan kabar bahwa orang tua gw sakit stroke da berada di rumah sakit umum daerah. Bagaikan petir di siang bolong dan sangat sangat mengagetkan bahwa Papah sakit dan sebelumnya tidak pernah terdengar sakit. Saat itu kondisi dilema yang sangat luar biasa pulang ataukah menyelesaikan magang serta ujian magang yang menanti. Gw akhirnya curhat dengan mamah bahwa gw mungkin engga pulang karena klo gw pulang maka semakin menyulitkan Mamah dalam hal finance. Gw hanya berharap pembiayaan di fokuskan untuk Papah terlebih dahulu. Dengan terus semangat menyelesaikan kuliah dan mamah pun terus mensupport gw agar terus semangat menyelesaikan kuliah. Gw pun semakin semangat saat Papah mulai membaik kondisi kesehatannnya. Hanya satu kalimat yang terucap di bibir ini Thanks GOD telah menyembuhkan Papah ku dan memberikan kesempatan ku lulus sesuai dengan target yang telah kutentukan.
Agustus Tahun 2007 Akhirnya kita bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan IPK ysangat memuaskan ya tentunya tidak mengecewakan. Dan Higopun mulai terlihat titik terang sebagai seorang abdi negara dan menjadi anak yang mampu membanggakan orang tuanya dan Gw pun juga bisa membanggakan orangtua karena mampu mandiri dan melewati semua masa sulit di kota besar ini.
So...lihatlah kedepan untuk meraih mimpi dan cita-cita lo.....
tengoklah kebelakang hanya sebagai pembelajaran hidup....







Komentar
Posting Komentar