"Never lazy do not ever get bored do not ever give up"


……Selasa 4 januari 2011..spirit yang aku temukan mulai dari pertemuan sampai dengan aku dalam perjalanan pulang dari pertemuan di institusi tempat dimana aku akan bekerja. Jujur saat itu aku sempet hopless dengan keadaan. Semangat tiba-tiba engga ada padahal aku baru mau memulai kerja yang baru dan tidak hanya di rasakan oleh teman aku yang lain mungkin jenuh mungkin tahu banyaknya permasalahn yang ada dan proses yang cukup lama (dasar gila kerja si intinya). Aku mencoba untuk merenungkan makna pertemuan bahwa memang segala tantangan pasti akan hadir saat kita mau  meraih kesuksesan. Ada beberapa hal yang berkecamuk dalam fikiran ini. Mulai dari keadaan father in law ampe dengan musti kerja PP ciulengsi-jakarta jujur baru kali ini kerja dengan jarak rumah yang cukup jauh dan  harus mengorbankan harapan  kebahagiaan yang pengen aku raih bersama my housb untuk yang kedua kalinya, tapi aku tahu itu adalah tantangan hidup aku, aku harus terus bisa bertahan dengan keadaan ini dan harus tetap semangat agar aku bisa mampu melaksanakan amanah ini. 

Sebenernya ini bukanlah musibah bukan sesuatu yang harus di sesali tetapi memang harus di hadapi karena Allah pasti mempercayakan kepada aku ini harus di hadapi dan mampu aku selesaikan hanya berdua bersama my housb tercinta. 

Nah Berkah yang membangkitkan kembali semangat aku:

Berkah di pagi hari untuk semangat kerja:

Disaat aku hopless selalu ada Allah SWT yang mengirimkan seseorang dan membuka mata ini bahwa ini adalah kehidupan. (seperti engga pernah hidup ajah..hehehe kehidupan mandiri sesungguhnya) setelah berkeluarga.

Langsung dengan Hasil pertemuan pagi membuka mata aku dan teman-teman lainnya, bahwa berbanggalah kalian kerena kalian mulai masuk dalam dunia pendidikan dan apa tujuan kalian untuk masuk sebagai CPNS di institusi ini dan apa yang kalian harapkan. Walaupun masih berwujud PR alias pekerjaan rumah jawaban itu sangat jelas terbayang. Karena sebelum kita diberikan pertanyaan tersebut kita telah di berikan arahan inti dari pertemuan pagi ini. 

  1. Kejujuran adalah modal utama untuk melaksanakan amanah ini
  2. Orientasi kita adalah gaji, sebaiknya kita kesampingkan tetapi dengan kerja keras pasti akan menghasilkan dampak bukanlah keuntungan.
  3. Pengetahuan yang akan kita kembangkan dan akan kita bagikan kebanyak anak bangsa untuk keberlanjutannya masa depan bangsa.
  4.  Menganggap permasalahan yang timbul adalah konsekuensi kita dalam menghadapi permasalahan, permasalahan sendiri adalah tantangan yang harus di hadapi dan harus diselesaikan dengan baik.
  5. Ridho Allah SWT karena dunia pendidikan sangat dekat hubungannya dengan kita berbagi ilmu pengetahuan dengan sesama tetapi hubungan kita dengan Allah SWT, karena kita engga punya harta tetapi kita masih bisa menyumbangkan ilmu pengetahuan.
Cukup membuat diri ini kembali semangat untuk menghadapi apa yang terjadi.  Dan akan terjadi nanti. Segalanya hanya aku serahkan kepada Allah SWT. Setidaknya semakin yakin dengan percayanya Allah SWT memberikan amanah ini kepada kita berarti kita harus yakin melaksanakan semua tugas yang dipercayakan kepada kita agar dapat kita wujudkan dengan baik.

Berkah yang kedua saat pulang dari pertemuan adalah semangat kehidupan:

Seperti biasa pulang kerumah aku harus mampir di blok M terminal dan menunggu bus dengan jurusan ciulengsi. Alhamdulillah engga berselang lama aku menunggu bus yang aku nanti nanti akhirnya muncul dan semakin mendekat dengan diri ini. Aku pun mulai melangkahkan kaki and masuk kedalam bus kupilih kursi paling depan sebelah kiri untuk duduk. Kursi itu hanya untuk dua orang dan tepat di sebelah aku ada seorang bapak berkumis cukup tua bertopi pet warna hitam, beliau berceletuk saat aku langsung duduk disamping dia katanya “biar gampang turun ya..??” akupun tersenyum dan membalas “oh..ia pa” dan, Bapak itu kembali berbicara “saya lama sekali menunggu bus ini hampir 1 jam” terus ada ibu ibu yang duduk di kursi deret sebelah kanan aku berceletuk “ia bus ini memang lama”, akhirnya diri ini pun ikut berceletuk “kemarin saya nunggu 2 jam dari jam 4 ampe jam 6” mereka pun langsung hmmm…berbarengan dan “lama sekali ya menunggunya” kata si bapak, ia akupun menunduk nundukan kepala menandakan setuju apa yang dikatakan beliau.  Terus si ibu kembali bertanya pada sopir bus “memangnya ada berapa busnya pak”. “Ada 4” kata pak sopir “jumlahnya berapa sih pak” akupun ikut menimpali pertanyaan si ibu ada “7-8 sebagian ada yang libur dan rute ini rute macet makanya jadi sering telat” akhirnya kenek ikut menjelaskan. Kita pun kembali ber koor ria..”oooooo” pantes. Hehehehehe…… nah itulah asal mula aku ngobrol dengan si bapak. Selama di perjalanan kami kembali diam mungkin kita sama-sama menikmati perjalanan dan pemandangan yang kita lewati. Maklum perjalanan yang di tempuh kurang kebih 1-1,5 jam. Setelah masuk di wilayah kota cibubur. Si Bapak kembali membuka pembicaraan kali ini sangat banyak yang kita bicarakan, “memangnya kerja di mana..??” akupun menjelaskan di mana aku akan bekerja, “ooo..” kata si bapak,  lama-lama kita jadi cerita masing masing keluarga. 

Hehehehe tak sengaja telah terjadi curcol gitu…hehehehe…tapi si bapak memang enak untuk di ajak komunikasi, inilah ringkasan curcol kita:
“agak jauh si Pa kalo dari rumah ketempat kerja” kataku, 
si Bapak “Ia mba termasuk jauh klo untuk PP kerja”, 
“Masih tinggal di tempat mertua si pa” kataku lagi,
Si Bapak “ ia..?? Saya juga di ajak sama anak tertua saya tapi saya engga mau karena mungkin saya masih mampu dan sehat, kecuali saya udah sakit atau apa mungkin”
“ooo…Bapak sendirian..??” kataku,
Si Bapak “Engga sama Ibu, masih ada istri saya”,
“Oooh … kalo mertua saya tinggal sendiri istri beliau sudah meninggal, makanya kenapa jadi tinggal di tempat beliau, tadinya terfikir ingin kos atau kontrak tapi kayaknya engga mungkin sementara ini kasian Bapak“  Kataku 
Si Bapak “Ia saya di ajak tadinya mau tinggal di lingkungan (maaf tidak di sebutkan tempatnya ntar dikira promosi terselubung lagi) tapi saya kurang cocok kurang nyaman karena lingkungan orang-orang muda dan masuk kategori high class lah”. 
“oh ia jadi bapak kurang enak untuk sosialisasinya ya..?” kataku ‘sedikit sok tempe’hehehe
Si Bapak “Ia kata Bapak, makanya saya mengambil komplek perumahan yang agak enak untuk seusia saya, dan tempat tinggal saya sekarang enak apalagi cuacanya engga perlu pake AC klo pagi AC saya matikan karena udaranya masih segar”.
“ia pa, sebenernya saya juga mulai suka mulai betah untuk tinggal dsana, selain udara segar juga tenang” kataku
Sebenernya masih banyakyang di bicarakan sampai rute rute bus yang melalui wilayah kita tinggal.
Si Bapak “Saya baru 3 tahun juga tinggal di daerah tersebut tadinya di derah Jakarta pusat, karena pensiun jadi saya pindah tempat tinggal” 
“memangnya bapak asal mana..??” kataku mendengar logat bahasa beliau yang seperti orang Sumatra.
Si Bapak “Saya dari Aceh. Kamu..??” 
“Dari Kalimantan Pa” Kata ku lagi. “Tadinya saya kerja di Kalimantan dan ikut suami baru 6-7 bulanan ini” 
Si Bapak “berarti kita sama-sama orang jauh ya...?? memangnya suami juga kerja di Jakarta..??”
“Ia Pa” kataku
Si Bapak “Ia pantesnya memang kalo masa kerja lebih baik tinggal dekat dengan tempat kerja. Jangan Jauh, Saya punya anak yang paling kecil juga tinggal di daerah cibubur dan kerja di daerah Jakarta pusat sudah 3 kali keguguran (walaupun agak sulit ngomongnya tapi aku berusaha mengerti pembicaraan beliau)” “ Kamu sudah punya anak..??”
“Belum pa…Ia si sebenernya pengen banget punya anak, mungkin karena terpisah itu jadi agak sulit punya anak dan kalo pun di kasih kesempatan hanya satu doa saya pa smoga di berikan kekuatan, dan lokasi tempat tinggal yang agak jauh karena sementara blum bisa pindah kasian bapak beliau masih suka melamun seperti kurang semangat klo di tinggal sendiri. Ini aja saya kerja beliau pernah mengeluhkan ya…’kamu kerja Bapak sendirian lagi doong’ nah karena hal tersebut jadi saya dan suami engga tega ninggalin beliau sendiri lagi. (ada beberapa faktor penyebab yang aku ceritakan pada si Bapak) dan klopun mungkin suatu saat pindah pun beliau akan kita ajak” kataku meneruskan pembicaraan.
Si Bapak “Nah itu mungkin salah satu faktor (selain faktor yang pertama) kenapa beliau engga semangat untuk hidup, komunikasi dengan anak dan anak-anaknya yang lain sendiri yang kurang memperhatikan Bapaknya. Bapak nih katanya uang memang bukan hal yang utama tapi memang anak-anak bapak selalu memberikan bapak makanan dan lainnya untuk satu bulan  penuh dari perhatian kecil seperti itu saja rasanya sudah cukup” Bapak itu bercerita kembali memangnya bapak mertua kamu umur berapa..?? 
“64 thn Pa, sebenarnya pemikiran aku dengan si bapak sama, sebenernya mereka baik tetapi dari mereka sendiri mungkin ada faktor lainnya yang menyebabkan si anak seperti itu” kataku
Si Bapak “ oh kalo Bapak 66 tahun”
Aku sedikit terkejut melihat beliau masih begitu semangat. “ Oh tapi bapak sehat ya..??”
Si Bapak “ oh ia kamu harus terus semangat untuk menyemangati bapak mertua kamu jangan malas jangan bosan” ( masih dengan logat bahasanya).
“Ia Pa bahkan saya sudah sering bilang semangat ya pa, karena dengan melihat beliau semangat kitapun cukup senang melihatnya dan juga, sampai sampai terucap jangan pernah yang namanya memikirkan biaya hidup atau apa walaupun kita pas pasan tapi kita masih bisa menanganinya, jadi jangan di jadikan fikiran”, bahkan sampai seperti itu saya sudah ngomong “kita engga bisa bantu lagi selebihnya dari diri bapak sendiri mau engga merubahnya karena hal tersebut engga bisa kita yang rubah melainkan beliau sendiri” akupun bercerita panjang..
Si Bapak “carikan beliau aktifitas apa saja, kalo saya berkebun dan olahraga, subuh-subuh setelah saya sholat subuh saya lari lari 1 jam dan setelah lari saya jalan dan ngerjain apa yang bisa saya kerjain selesainya saya mandi dan melanjutkan sholat dhuha”.
“Ya..sebenernya saya juga sudah pernah bicara seperti itu, tapi…ya itulah” kataku
Si Bapak “ya..pokoknya kamu jangan pernah bosan, dan untuk sodara yang lainnya sebaiknya kamu bicarakan kondisinya dan memang harus terus coba jangan malas dan ya.. saya tahu masa kamu kan kakanya berjilbab pula tapi engga bisa membicarakannya” Bapak itu sangat antusias berbicara.
“hmmm… ia pa saya memang terfikir untuk membicarakan tetapi kapasitas saya disini saya hanyalah seorang mantu dan rasanya kurang baik ikut terlalu dalam, dalam masalah ini dan klopun saya biarkan masa akan seperti ini terus, saya kasihan aja sama beliau yang masa menikmati hari tua beliau seperti ini. Jujur saya engga ingin terus melihat seperti itu” kataku.
Si Bapak “ya..pokoknya kamu harus terus coba, bapak pasti nantinya akan berubah dan memikirkannya klo kita terus support dia”
“Ia si pa..terkadang malas itu timbul karena saran udah engga bisa menjadi masukan bagi beliau” kataku
Si Bapak “Ya kamu harus bisa, dulu istri saya juga stroke ada pembuluh darah yang pecah di kepala ya mencapai 51%nan lah antara bisa sembuh dan tidak  dan beliau koma di ICU selama 16 hari di sana kita hanya menunggu mukzijat, dan Alhamdulillah beliau sehat tanpa harus ada operasi, dari kejadian tersebut kami sekeluarga langsung menunaikan ibadah haji sesembuhnya istri saya memang di fasilitas anak saya yang kerja di Belanda agar mendapatkan fasilitas yang lebih baik, sesampainya di sana malahan istri saya yang lebih sehat menjalankan ibadah haji makanya selalu terfikir itu semua adalah mukzijat dari Allah SWT”.
“Aku terdiam sejenak ya..suatu saat mungkin akan ada mukjizat juga yang akan merubah semuanya, dan akupun berharap seperti itu”
Si Bapak “Kamu Dokter ya..??”
Dengan sedikit tertawa dan tersenyum “saya bukan dokter pa”, kataku (agak tersipu juga si di bilang dokter) he….
“OO ia pokoknya terus coba ya..” kata Si Bapak
“Kembali amanah ini harus aku hadapi”

Tak terasa kita sudah hampir sampai di tujuan masing masing. Dan tibalah saatnya berpisah dengan si Bapak. Kita masing-masing melangkahkan kaki keluar dari bus, sepulangnya perpisahan pun karena buru-buru aku berjalan agak cepat dan sambil menengok kearah bapak itu aku hanya sempat bilang “Hati-hati ya Pa Terimakasih” kataku. Sambil menunjuk arah kemana saja kita pulang. Yang aku sesali aku engga sempat menanyakan nama beliau. Setidaknya semakin aku tahu apa sebenernya yang di fikirkan Bapak dengan apa yang aku fikirkan adalah hal yang sama. Ya smoga aku bisa terus memberikan semangat baik buat diriku sendiri dan orang-orang terdekatku.

Terimakasih Ya Robb…di Saat kegundahan datang selalu ada Allah SWT yang menghadirkan seseorang untuk kita bisa terus semangat. Begitu mulia hari tersebut banyak berkah yang telah di hadirkan. Ini hanyalah cerita yang dapat kita ambil pembelajarannya karena akupun masih belajar untuk memaknai kehidupan.



Note:
“Jangan pernah malas, jangan pernah bosan dan jangan pernah menyerah”













Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memulai yang baru dengan si BLOG "My Curlicue"